Twitter Didenda 3 Triliun Rupiah oleh Penerbit Musik, Ada Apa?

Sedang Trending 3 tahun yang lalu 85

Bermain-main dengan hak cipta merupakan hal fatal karena dapat menimbulkan resiko yang tak diinginkan. Hal ini terbukti di mana Twitter didenda sebesar USD 250 Juta atau sekeliling 3 Triliun Rupiah oleh para penerbit musik. Memangnya, apa yang terjadi sih tiba dendanya sebesar itu?

Ini Alasan Twitter Didenda 3 Triliun Rupiah oleh Penerbit Musik
Universal Music Publishing Group Menuntut TwitterKantor dari Universal Music Publishing Group

Berbicara akibat, sudah barang tentu ada yang mendasarinya. Termasuk di antaranya masalah hak cipta atau copyright yang dari dulu tiba sekarang memang amat besar resikonya bila kedapatan dilanggar.

Kali ini, siapa yang akan menyangka Twitter didenda oleh penerbit musik sekelas Sony Music Publishing, Warner Chappel Music, dan Universal Music Publishing? Menurut informasi yang kami lansir dari GizmoChina, ada hal yang mendasari kejadian ini tiba media sosial ini terkena denda yang sama sekali tak sedikit.

Distribusi Film Super Mario Bros Di TwitterBiasanya didistribusikan oleh akun dengan centang biru

Setelah kami telusuri, rupanya dalih kenapa Twitter didenda sekeliling 3 Milyar Rupiah ini dikarenakan platfom media sosial tersebut dinyatakan dengan sengaja mendukung aktivitas distribusi musik dengan hak cipta, termasuk di antaranya video musik, dan materi lainnya yang memang terbatas distribusinya.

Alhasil, hal ini membikin berang sejumlah pihak, termasuk di antaranya penerbit musik dengan total tiba dengan tujuh belas penerbit yang melayangkan gugatan dan denda pada platform media sosial Twitter tersebut.

Dinilai Tak Mau Bekerja Sama
Distribusi Musik Dan Video Terbatas Di Twitter

Selain Twitter didenda 3 Triliun Rupiah karena dengan sengaja mendukung aktivitas distribusi musik yang mempunyai hak cipta, CEO dari National Music Publisher Association (NMPA), David Israelite, katakan Twitter tak mau bekerja sama dengan membeli lisensi jutaan lagu pada platform terkait.

Hal ini diperparah dengan dibiarkannya para pemilik akun dengan centang biru untuk memposting musik video, bahkan film The Super Mario Bros dan Avatar: The Way of Water pun sempat didapati beredar dengan santainya pada media sosial tersebut. Alhasil, Twitter dinilai tak mau bekerja sama.

Entah apa langkah yang akan dilakukan oleh Twitter, namun media sosial ini tentunya harus mobilitas sigap agar kredibilitasnya tetap terjaga.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com