Pengisi Suara Metal Gear Solid Minta Suaranya Tidak Dibuat Ulang Menggunakan AI

Sedang Trending 3 tahun yang lalu 86

Teknologi AI memang sudah secanggih itu. Dimana ia sudah dapat menciptakan ulang bunyi orang hingga tak dapat lagi dibedakan hanya dengan sedikit training saja. Meski terdengar canggih, rupanya tak seluruh hal yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan ini legal.

Karena sejatinya untuk melakukan training suara, maka sampel bunyi orang orisinil sasaran harus digunakan sebagai materi belajar si AI tersebut. Berarti, initiator proyek harus minta izin dulu kepada pemilik bunyi apakah boleh digunakan atau tidak.

Pengisi Suara Metal Gear Solid Minta Suaranya Tidak Digunakan Diluar Izin
pengisi bunyi metal gear solidPengisi bunyi Col. Roy Campbell minta suaranya tak dibuat ulang

Salah satu pengisi bunyi di seri game MGS baru-baru ini menyuarakan pernyataan keras agar bunyi miliknya tak digunakan untuk training AI. Melalui cuitan di Twitter, pengisi bunyi Paul Eiding yang mengisi bunyi Colonel Roy Campbell di MGS mengatakan kalau untuk menggunakan suaranya, harus punya izin tertulis dan persetujuannya terlebih dahulu.

Paul mengatakan kalau mereka yang tak punya izin tertulis darinya berarti tak diperbolehkan menggunakan suaranya, termasuk diantaranya untuk AI. Jika melakukan, maka artinya melanggar hak legal miliknya dan seperti menampar langsung ke muka beliau.

paul eidingPaul Eiding, pengisi suara

Dia juga menutup cuitan dengan mengucapkan terimakasih untuk mereka yang tak melakukan hal tersebut. Hingga dapat dikatakan kalau dia memang sangat menentang penggunaan bunyi di luar persetujuannya.

Artificial Intelligence Menjadi Isu yang Jadi Kekhawatiran Berbagai Pihak
ai voiceAI voice-over yang belakangan ini memang tengah marak

Ketakutannya juga bukan tanpa dalih yang jelas. Semakin berkembangnya sebuah teknologi AI, semakin susah pula dibedakan hal semu tersebut dengan aslinya. Sehingga banyak yang takut kalian bunyi maupun paras mereka digunakan untuk hal yang bersifat merugikan atau bahkan kriminal sekalipun.

Seperti yang sedang marak sekarang kalau bunyi dari public figure krusial digunakan untuk menyanyikan lagu pop atau duel Yu-Gi-Oh misalnya, tak menampik kemungkinan kalau ada berbagai oknum yang menggunakan paras atau bunyi orang untuk melancarkan agenda tertentu.

Walau isu ini tetap dapat perdebatan panjang, untuk sekarang banyak pihak yang menolak bagian dari diri mereka digunakan sebagai bahan belajar kecerdasan buatan.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.