Peneliti Gunakan AI untuk Terjemahkan Bahasa Kuno Berumur 5000 Tahun

Sedang Trending 3 tahun yang lalu 85

Tidak selamanya penggunaan AI seperti ChatGPT misalnya bersifat merugikan manusia. Setidaknya itu yang terlihat dari orang yang memang menggunakan teknologi tersebut untuk hal-hal positif yang memang dapat mempermudah pekerjaan manusia.

Kita memang sudah mengenal teknologi penerjemah instan seperti yang sudah dilakukan oleh perusahaan seperti Google. Tapi, kemampuan kecerdasan buatan sepertinya juga dapat melakukan hal yang sama. Bedanya, ia dapat menerjemahkan bahasa antik sekalipun.

Arkeolog dan Ilmuwan Gunakan AI untuk Terjemahkan Bahasa Kuno
AI untuk Terjemahkan Bahasa KunoBahasa antik dalam bentuk cuneiform

Terdengar tak mungkin memang karena seperti yang kita ketahui, bahasa antik biasanya sudah tak ada penutur aslinya dan digantikan oleh bahasa yang lebih modern. Melansir dari HeritageDaily, sebuah tim yang berisi Arkeolog dan Ilmuwan Komputer mengembangkan sebuah AI yang digunakan untuk menerjemahkan bahasa Mesopotamia kuno.

Bahasa yang dimaksud ialah bahasa Akkadian berbentuk cuneiform atau aksara paku. Akkadian sendiri merupakan bahasa Semit timur yang dulunya dituturkan oleh beberapa daerah di Mesopotamia seperti Akkad, Babylonia, Isin, Assyria, Larsa, dan Dilmun. Penutur masa lampau mengukirkan bahasa tersebut dalam batu yang terbuat dari tanah liat.

akkadianPeta daerah Mesopotamia

Batu bertuliskan cuneiform itu diperkirakan dibuat pada 2500 tahun sebelum masehi yang berarti nyaris 5000 tahun lamanya. Dan rupanya AI yang diciptakan tim berisikan ilmuwan dan arkeolog ini sukses menerjemahkan bahasa tersebut dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Artificial Intelligence Mungkin Bisa Digunakan untuk Terjemahkan Bahasa Kuno Lainnya
bahasa yunani kunoBahasa Yunani kuno

Paper yang diterbitkan oleh jurnal PNAS nexus dari Oxford University Press mengatakan kalau para peneliti tersebut menciptakan NMT (Neural Machine Translation) dengan tujuan untuk menerjemahkan bahasa dari Akkadian ke bahasa Inggris.

Hasil dari penelitian ini nantinya dapat digunakan sebagai instrumen bantu mereka yang memang sedang meneliti bahasa kuno. Kalian dapat menemukan source code dari software ini di GitHub dengan nama Akkademia (tentunya bukan yang dari Genshin Impact itu).

Sekarang kita tinggal menunggu bahasa lainnya yang juga tak kalah antik untuk dapat diterjemahkan ke bahasa modern, tentunya AI akan sangat dapat membantu soal ini.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.