Pemerintah Amerika Tuntut Adobe Terkait Kebijakan Langganan

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 69

Pemerintah Amerika Adobe – Bagi anda yang bekerja di bumi multimedia niscaya tak asing dengan nama Adobe. Perusahaan yang dikenal dengan Photoshop, Premier Pro dan After Effect ini menjadi salah satu perusahaan besar di industri tersebut.

Dan baru-baru ini Pemeritah Amerika tuntu Adobe terkait kebijakan langganan yang dianggap menjebak konsumen. Seperti apa kronologinya?

Alasan Pemerintah Amerika Tuntut Adobe Terkait Aturan Langganan
Pemerintah Amerika Tuntut AdobeSeperti apa kronologinya?

Lembaga Perdagangan & Perlindungan Konsumen AS (FTC) melayangkan untutan terhadap perusahan Adobe terkait kebijakan berlangganan yang dianggap tak transparan dan terkesan menjebak pelanggan.

Poin kebijakan yang dimaksud terkait aturan bahwa pelanggan akan dikenakan biaya tambahan kalau membatalkan langganan produk dalam rentang waktu kurang dari setahun. Parahnya, aturan ini rupanya tak diperlihatkan secara jelas kepada konsumen saat akan melakukan transaksi.

Pemerintah Amerika AdobeBanyak konsumen yang merasa aturan langganan tak transparan

Perusahaan ini telah menjebak pelanggan pada praktik langganan berjarak waktu setahun melalui biaya pembatalan awal yang tersembunyi dan melalui proses pembatalan yang sulit.

Warga Amerika capek dengan perusahaan yang menyembunyikan hal tersebut saat mendaftar langganan dan kemudian memasang penghalang saat mereka mencoba membatalkannya. FTC akan lanjut berikhtiar melindungi penduduk Amerika dari praktik bisnis ilegal ini.

Samuel Levine – Direktur Biro Perlindungan Konsumen FTC

Perusahaan tersebut juga diduga sengaja mempersulit proses pembatalan langganan tersebut, bagus via telepon ataupun pesan langsung. Beberapa konsumen mengaku perusahaan ini dengan sengaja menutup telepon atau time-out sesi chat yang berlangsung ketika mengetahui mereka akan membatalkan langganan dan harus mengulang proses yang ada.

3. Adobe knew its policies made it extraordinarily difficult and frustrating for users who wanted to cancel their subscriptions.

Customers described a variety of obstacles. One person wrote, "Adobe literally will not let me cancel my subscription."https://t.co/SIRC0n3EgY pic.twitter.com/53uF9D2RKv

— Lina Khan (@linakhanFTC) June 17, 2024

Adapun tuntutan tersebut juga menargetkan Maninder Sawhney selaku Senior Wakil Presiden Digital Go-To-Market & Sales, serta David Wadhwani selaku President of Digital Media Business. Kedua sosok ini diduga mempunyai peran dalam menyusun dan menjalankan kebijakan langganan tersebut.

Tanggapan dari Perusahaan Pemilik Photoshop
Pemerintah Amerika AdobeSeperti apa tanggapan dari perusahaan ini?

Menanggapi tuntutan ini, pihak perusahaan menyatakan akan mengajukan banding ke pengadilan. Menurut Dana Rao selaku penasihat Hukum dari perusahaan mengatakan bahwa pihaknya sangat menjunjung tinggi pengalaman konsumen atas produk mereka.

Prioritas kami ialah selalu memastikan pelanggan kami mendapatkan pengalaman positif. Kami transparan dengan syarat dan ketentuan perjanjian berlangganan kami dan mempunyai proses pembatalan yang sederhana.

Dana Rao

Itulah informasi terkait Pemerintah Amerika menuntut ke perusahaan Adobe. Semoga saja kasus ini dapat mendorong tak hanya dari perusahaan pemilik Photoshop saja, tapi juga perusahaan lainnya untuk lebih transparan kepada konsumen terkait aturan berlangganan produk mereka.

Baca juga artikel-artikel Gamebrott lainnya terkait Adobe serta warta terkini lainnya dari Friliando. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.