[OPINI] Kenapa Standar Spesifikasi PC Gaming Tahun 2023 Naik Drastis dari Tahun Sebelumnya?

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 90

Standar Spesifikasi PC Gaming – Kemampuan untuk dapat menjalankan bermacam aplikasi dan game era now tentunya merupakan angan gamer dan kreator dalam membikin konten yang senantiasa update.

Kehadiran dari standar untuk sebuah PC gaming yang dibuat oleh komunitas dan untuk komunitas, menciptakan ‘meta’ tersendiri untuk memutuskan bagus atau tidaknya kemampuan komputer yang dimiliki.

Tentunya akan menarik bila kita mengulik lebih lanjut terkait standar spesifikasi PC gaming tersebut, dan dalih kenapa dapat naik drastis dari tahun-tahun sebelumnya, bukan?

Lalui opini ini, penulis akan coba ajakmu membahas tolak ukur kemampuan dari PC gaming yang umum digunakan untuk dapat memainkan game kekinian, yang entah kenapa loncat jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

Disclaimer:

Artikel ini merupakan opini yang berdasarkan oleh pengamatan dan pengalaman penulis di bumi komputer, dan bukan berdasarkan ‘meta’ di komunitas, namun dipastikan akan relevan dengan standar era now.

Memangnya Gimana Standar Spesifikasi PC Gaming Tahun 2023?
Standar Spesifikasi Komputer Zaman NowStandar spesifikasi komputer era now

Sebenarnya, di bumi komputer tak ada yang namanya standar spesifikasi PC gaming, dikarenakan kebutuhan komputasi tiap perseorangan dipastikan tak akan pernah sama, apalagi gaming.

Ada yang gunakan komputer untuk mendengarkan musik sembari beraktivitas, ada yang gunakan komputer untuk membaca komik, ada yang murni untuk main game saja, dan bahkan ada yang gunakannya untuk menunjang produktivitas pemakainya.

Jadi, sebenarnya agak salah untuk memaksakan dan menstandarisasi sebuah PC, terutama era now yang mana aktivitasnya tak hanya berkutat di game saja.

Namun, tak ada salahnya juga untuk memberikan standar untuk saat ini guna memudahkanmu mendapatkan performa yang diinginkan dan sesuai harapan. Karena tetap saja pada akhirnya komputer memadai akan bisa menunjang produktivitasmu secara keseluruhan.

Prosesor Wajib Delapan Core?
Prosesor 8 Core Intel Dan AmdGambaran prosesor dengan multi-core banyak untuk sehari-hari

Hal pertama yang akan kita bahas tentunya tak lain tdan tak bukan ialah standar prosesor untuk dapat dengan mudahnya memproses sekian banyaknya komputasi untuk menjamin aplikasi maupun game yang kita mainkan tak mengalami kendala.

Penulis mengamati standar spek PC gaming di tahun ini, khususnya prosesor haruslah mempunyai enam core minimal, atau delapan core agar lebih baik. Hal ini dikarenakan bermacam faktor, di antaranya game dan aplikasi yang saat ini makin menuntut kemampuan komputasi yang kian kompleks.

Lantas, gimana dengan prosesor yang hanya mempunyai dua core atau bahkan empat core? Jawabannya sudah dapat kalian tebak, akan habis dimakan era bila kalian termasuk gamer atau kreator yang memang cukup aktif gunakan aplikasi kekinian.

Walau demikian, untuk gaming tipis-tipis dan pada resolusi 1080P rata kiri, semestinya bermacam game dapat dengan mudah diatasi oleh kemampuan komputasi yang dihadirkan oleh prosesor ini, bagus Intel atau AMD.

GTX Sudah Punah, Sekarang Zamannya RTX
Nvidia Rtx 4070Sekarang zamannya VGA RTX

Kembali ke topik utama, tentunya di antara kalian ada yang bertanya-tanya dalih di balik standar PC di tahun 2023 ini benar-benar naik dan berbeda ketimbang tahun sebelumnya. Gak usah jauh-jauh nostalgianya, tentunya kalian tetap ingat masa-masa GTX 1000 Series dan AMD RX 500 Series, bukan?

Iya, dulunya VGA GTX 1080 Ti menjadi primadona, bahkan sempat mendominasi pasar VGA dikarenakan tak ada yang bisa menandinginya dalam olah visual. Bahkan jagoan dari AMD, RX 590 pun tetap harus bertekuk dengkul karena gap kemampuannya yang terlalu masif, dapat untuk edit video pula.

Di tahun 2023 ini, standar PC gaming tampaknya sudah mulai menjurus ke NVIDIA RTX. Di mana bukan berarti para gamer maupun kreator tertarik untuk gunakannya, namun lebih dikarenakan tak ada alternatif murah meriah semacam GTX karena tetap ada yang merasa ray-tracing tetap belum dibutuhkan.

Rumor Gpu Nvidia Gtx 1630VGA GTX sudah mulai tak relevan

Walau secara harga kurang lebih sama dengan flagship bertahun-tahun silam, namun performa dan pilihan dari VGA yang ada di pasaran saat ini pun tergolong biasa-biasa saja tanpa peningkatan minimal 50% dari generasi terdahulu, meski tak dapat dipungkiri pula penurunan konsumsi daya yang dibutuhkan.

VGA AMD RX 5000, 6000, dan 7000 pun tetap dirasa tak worth sebagian kalangan, kecuali gamer yang memang mengkhususkan komputernya untuk bermain game saja tanpa membutuhkan fitur encode yang dibutuhkan untuk produktivitas. Belum masalah driver, hadeh.

Kendati demikian, tak ada yang mempermasalahkan VGA mana yang akan kita gunakan, karena ujung-ujungnya sama, untuk main game atau produktivitas.

RAM 32GB, Wajibkah?
Ddr4 Pc Gaming 2022Ukuran memori yang makin besar

Tidak hanya prosesor dan VGA saja yang harus menjadi sorotan, namun memori atau RAM dengan kapasitas besar juga makin dibutuhkan loh, brott. Sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas, aplikasi dan game kekinian memintamu untuk miliki RAM 2x8GB alias 16GB.

Hal ini tentuya wajar, dikarenakan RAM 2x4GB alias 8GB dirasa mayoritas gamer sudah tak kuat memberi jaminan tak akan terjadi stutter atau patah-patah saat mainkan game kekinian bersamaan Discord misalkan.

Alhasil, secara tak langsung RAM 16GB, atau bahkan 32GB malah lebih disukai karena prosesor dan VGA kuat tentu harus dibarengi dengan kapasitas memori yang nyaman pula untuk temani bermacam aktivitas, dan tak terbatas pemakaiannya hanya untuk pembuatan konten saja.

Sejujurnya, penulis merasa RAM 16GB saat ini sudah tergolong standar untuk sebuah PC gaming. Idealnya, lakukan kalian yang mau lebih future-proof, lebih bagus langsung membeli RAM 32GB karena toh harganya sudah terlalu murah untuk dilewatkan.

Perkembangan Hardware yang Belum Terlalu Matang
Meme Forspoken Di Reso 4k Rata KananIndikasi game-nya yang kurang optimasi?

Di luar ketiga unsur di atas, dalih kenapa standar spek PC gaming tiba-tiba naik drastis ialah ketidakmatangan perkembangan hardware. Para manufaktur seolah dikejar untuk senantiasa hadirkan ‘perubahan’, namun secara tak langsung rupanya hanya menawarkan barang baru dengan harga mahal, namun performa hanya selisih sekian persen.

Kalau kalian mau repot-repot mencari referensi atau benchmark prosesor maupun VGA di YouTube, tentunya kalian akan dihadapkan dengan fakta di mana kita dapat memandang perkembangan hardware rupanya belum terlalu matang, membikin perkembangan PC gaming terkesan monoton.

Contohnya saja prosesor Intel Core i9-13900K tetap saja belum bisa menahan kemampuan dari RTX 4090, misalkan. FPS pada resolusi 1080P mungkin bukan masalah, namun bagaimana dengan resolusi 2K, 4K, atau bahkan 8K tiba 16K yang digembar-gemborkan akan menjadi game changer? Omong kosong.

Ditambah lagi konsumsi dayanya yang luar biasa besar, bahkan dengan selisih performa yang kurang terlalu berasa, menjadikan perkembangan hardware ini seolah hanya lompatan mini – alih-alih game changer layaknya perkembangan komputer tempo dulu yang terbukti konkret terasa.

Salah Developer yang Tidak Mau Memaksimalkan Optimalisasi?
Contoh Game Random Dengan Hdd RendahSalah satu contoh game yang ‘memaksa’ CPU dan GPU

Oke, mungkin setelah kalian membaca keempat poin di atas, kalian merasa kurang atau bahkan tak setuju. Bisa saja malah ini seluruh salah developer atau pengembang game yang tak mau memaksimalkan kerjaannya atau mencoba lakukan optimalisasi sebelum peluncuran resminya.

Bukan bermaksud menyalahkan siapa-siapa di sini, namun baru-baru ini juga penulis temukan kasus di mana performa game Atlas Fallen turun drastis dikarenakan seluruh komputasinya dijalankan oleh E-Cores yang notabene lebih diperuntukkan untuk menjalankan aplikasi ringan.

Jadi, dari sini kita juga dapat menyimpulkan bahwa sebaiknya developer lebih niat untuk mengembangkan aplikasi maupun games-nya dikarenakan tak seluruh user mempunyai perangkat dengan spesifikasi memadai. Hey, user bukan hanya ada di negara maju yang sudah kaya by default, bukan?

Walau penulis tak terlalu mengerti bagaimana caranya mengoptimalisasi game atau aplikasi, bukankah akan lebih bagus bila gunakan engine yang lebih umum dan bebas masalah? Contoh mudahnya saja game dengan Unity nyaris dipastikan menuntut CPU dan GPU bagus namun dengan penyimpanan yang lebih sedikit.

Optimalisasi Game Melalui HddMengorbankan penyimpanan sebagai salah satu metode optimalisasi

Padahal, bila developer berpikir lebih jauh, bukankah akan lebih bagus melakukan optimalisasi aplikasi maupun game layaknya game besutan Rockstar? Meski ukurannya ratusan GB, namun setidaknya hanya penyimpanan yang dikorbankan, malah spek kentang pun juga dapat menjalankannya.

Ya jelas gak heran kalau spek yang diminta oleh sebuah games meroket berkat ‘ketelatenan’ dan ‘niat’ dari para developer mengembangkan game-nya untuk dinikmati oleh jutaan gamers di seluruh dunia.

Bahkan, meski tak dijalankan pada resolusi 2K atau 4K sekalipun, tetap saja akan terjadi stutter pada perangkat yang pas-pasan kemampuannya dalam memproses banyaknya objek yang tampil di layar. Alih-alih dapat dijalankan dengan GTX 1650, malah baru dapat dijalankan dengan lancar saat gunakan RTX 3060.

Walau memang kita membahas standar spek PC Gaming tahun 2023, namun alangkah baiknya para developer untuk lebih bijak memilih engine dan setidaknya mencoba lakukan optimalisasi dengan lebih niat.

Kesimpulan

Jadi, itulah dia opini untuk temani weekend-mu, dalih kenapa standar spek PC gaming sekarang tiba-tiba naik drastis. Entah siapa yang salah, mungkin gamer – atau mungkin developer, seluruh akan dikembalikan kepada para pembaca sekalian.

Namun, dari opini ini, setidaknya kita dapat mengambil konklusi bahwa standar PC gaming tahun 2023 memang sudah harus memenuhi standar minimal yang dapat kalian baca di sini demi kenyamanan kalian sendiri saat gunakannya.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com