Di era modern ini, internet merupakan kebutuhan mendasar yang dibutuhkan oleh nyaris seluruh orang. Aman rasanya untuk mengatakan nyaris seluruh dari kita ialah pengguna internet WiFi, entah di rumah atau di kantor, untuk menuntaskan aktivitas yang berhubungan dengan bumi maya.
Di Indonesia sendiri, ada banyak sekali provider WiFi yang dapat digunakan untuk menunjang keseharian. Ada merah, kuning, hijau di langit yang biru dan warna-warni lainnya yang mencerminkan identitas dari para Internet Service Provider (ISP) dengan standar kualitas dan harganya masing-masing.
Di luar seluruh kelebihan yang ditawarkannya, sudah barang tentu ada saja kekurangan yang memotivasi kami untuk mewakilkan keluh kesah para pengguna internet WiFi di tanah air. Kalau kalian penasaran apa-apa saja, yuk lanjut saja.
Masih Banyak Daerah yang Didominasi oleh Satu Provider WiFi
Contohnya, ISP XYZ hanya mencakup daerah itu sajaYang akan penulis bahas pada kesempatan ini ialah tetap terlalu banyak daerah yang didominasi oleh ISP tertentu saja. Tidak ada ISP lain yang berani nongkrong atau adu mekanik dengan ISP tersebut, namun lucunya kualitas yang ditawarkannya terkadang juga tak mumpuni untuk dinikmati, entah itu nonton atau main game.
Menurut kami, penguasaan oleh satu ISP pada daerah-daerah tersebut menciptakan keterbatasan, dan memaksa mereka mau tak mau untuk memakai layanan yang ditawarkan, berapapun harganya. Entah ini merupakan strategi atau apalah itu, namun kami merasa hal ini kurang etis untuk dilakukan.
Sudahlah kecepatannya seadanya, sering bermasalah, pelayanannya kadang separuh hati, harganya mahal pula. Imbasnya? Kami merasa kalian dapat banget kok menebak apa yang terjadi, adalah berkeluh kesah di media sosial sembari menandai ISP kesayangannya.
Layanan Aftersales yang Payah
Semoga dijauhkan dari layanan aftersales yang payahKendala lainnya yang dialami oleh user internet WiFi lainnya ialah layanan aftersales-nya yang payah. Walau tak seluruh ISP demikian, namun dalam kebanyakan kasus, termasuk yang dialami oleh penulis merupakan kenang-kenangan yang amat sangat membekas di hati.
Walau proses untuk melaporkan masalah internet WiFi ini termasuk mudah, namun dalam kebanyakan kasus, kebanyakan jawaban yang diberikan oleh customer service kurang memuaskan dan tak membantu.
Yah sebut saja solusi yang sama sekali tak relevan dengan masalah yang dialami, restart modem, tarik ulur kabel sembari keliling rumah, pengecekan titik internet, gonta-ganti kabel LAN, tiba pengecekan kekuatan sinyal, yang mana ujung-ujungnya penulis akhirnya disarankan untuk ganti modem.
Cara Berlangganan yang Ribet Pake Banget
Syarat langganan internet makin aneh sajaHal menyebalkan yang membikin kita tak terpikir untuk memakai internet WiFi di rumah kebanyakan memang didominasi oleh langkah berlangganan yang terlalu ribet untuk dilakukan. Sebut saja minimal harus mempunyai setidaknya belasan, atau bahkan puluhan perseorangan yang mau memasang internet, itu pun harus satu jenis ISP saja.
Secara cost, hal ini memang wajib untuk dilakukan untuk menutup biaya instalasi yang dibutuhkan oleh ISP terkait. Namun, kami merasa amat kocak bila hal ini tetap saja terjadi di provinsi utama yang sama sekali dapat dikatakan tak pojok-pojok amat. Mau langganan internet aja kok ya pake ribet sih, hadeh.
Belum ditambah unsur harga dan persyaratan ini-itu yang kadang tak masuk akal. Alhasil, hal ini secara tak langsung menciutkan minat dan niat dari masyarakat untuk memasang internet WiFi di rumah, atau mungkin tempat usahanya, dan akhirnya mencari ISP lain yang mungkin sudah menjangkau wilayahnya.
Sistem FUP, Memangnya Perlu?
Modelan FUP yang menyebalkanKalau kalian pengguna internet WiFi sejati, tentunya kalian sudah akrab dengan yang namanya FUP alias Fair Usage Policy, yang mempunyai makna batas pemakaian wajar atau kuota tiap bulannya. Kami contohkan salah satu ISP di tanah air, yang memberlakukan FUP per tahun 2016 untuk tiap pemakainya, yang menurut kami cukup aneh dan egois.
Sampai dikeluhkan warganet egois itu bukannya dibuat-buat loh, brott. Hal ini dikarenakan jumlah kuota maksimal tiap bulannya akan berbeda-beda, tergantung kecepatan atau speed yang jadi langganan. Padahal kita sudah langganan WiFi, bukannya dapat ketenangan tak usah repot beli kuota, sekarang malah dibatasi pula dengan penurunan kecepatan.
Misalkan 10Mbps hanya diberikan FUP 50GB, 20Mbps dengan FUP 100GB, atau 100Mbps dengan maksimal FUP 2000GB, yang mana kecepatannya akan turun mulai dari 50% ketika mencapai kuota tertentu, tiba sekejam 80%, yang tentunya akan menyulitkan kita dalam beraktivitas.
Masalah Koneksi Hanya di Jam Tertentu
Kecepatan turun, time out pulaKalau brott merasa empat poin di atas sudah mewakili, kalian salah besar. Jangan lupa, masalah koneksi internet yang hanya menyerang di jam-jam tertentu tetap saja menghantui para user internet WiFi di Indonesia.
Dalam kasus penulis, masalah ini sudah berlangsung selama kurang lebih enam tahun, dan belum ada peningkatan dan perbaikan berarti sama sekali dari ISP kesayangan. Yah, mungkin hanya sebatas komplain, kemudian tak ada masalah selama sekian bulan, lampau akhirnya bermasalah pada bulan berikutnya, dan tentu saja tanpa solusi berarti.
Padahal yang memakai internet di rumah termasuk sedikit, dan kebanyakan hanya untuk main game setelah beraktivitas. Gak ada yang download atau streaming 4K, murni untuk main game saja dan ping-nya menunjukkan ratusan milisecond dan request time out, duh!
Langganan Internet Seadanya, Eh Malah Dipake Rame-Rame!![[OPINI] Keluh Kesah Pengguna Internet WiFi yang Pasti Pernah Kalian Alami 7 Gambaran Orang Mabar Game](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2023/06/Gambaran-Orang-Mabar-Game-1024x678.jpg)
Nah, ini sih masalah utama alias kambing hitam kenapa internet WiFi yang kita gunakan terasa lambat atau bermasalah. Niatnya langganan internet untuk dipake sendirian, eh malah dipake rame-rame.
Entah siapa yang membagikan password ke WiFi yang kita gunakan, namun hal ini tentunya sangat menyebalkan. Terlebih kalau alasannya sama sekali tak masuk akal semacam ‘biar anakku gampang ngirim tugas’, yang rupanya malah dipakai anak dan teman-temannya untuk download dan nonton TikTok.
Lah, malah TikTok-anJangan salah, namun hal ini benar-benar terjadi di sekeliling kita loh, brott. Padahal kita yang bayar internet, tapi malah digunakan seenaknya oleh orang lain. Bukannya dapat menikmati internet sesuka hati kita untuk main game dan aktivitas lain, yang terjadi malah malah kebalikannya.
Nah, itulah dia deretan keluh kesah pengguna internet WiFi yang pastinya pernah kalian alami. Memang, ada banyak sekali tantangan di kehidupan ini, namun tampaknya masalah internet ini termasuk serius dan harus dibenahi karena sudah menjadi bagian kehidupan umat orang di era ini.
Gimana menurut kalian, brott? Apakah ada satu-dua hal di atas, atau mungkin semuanya sudah pernah kalian alami? Yuk, silahkan berkomentar untuk meramaikan!
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
English (US) ·
Indonesian (ID) ·