Muncul Dugaan Zoom akan Gunakan Data Penggunanya untuk Kembangkan AI

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 88

Kecerdasan buatan memang terbukti bisa menunjang produktivitas individu. Namun, bagaimana kalau data kalian digunakan untuk mengembangkan AI? Baru-baru ini, muncul dugaan Zoom yang akan gunakan data para penggunanya untuk mengembangkan AI. Loh, kok dibolehin, yah?

Dugaan Zoom yang Gunakan Data Para Pengguna untuk Kembangkan AI
Zoom Mengumpulkan Data Secara SembunyiMengumpulkan data secara sembunyi-sembunyi untuk kembangkan AI

Kehadiran dari Zoom yang merupakan aplikasi komunikasi yang memanfaatkan video untuk menciptakan pengalaman antarmuka memang tak dapat dielakkan. Aplikasi ini memang sempat booming pada masa pandemi karena memudahkan kita untuk berinteraksi satu sama lainnya.

Saat proses instalasi aplikasi, tentunya kalian akan dihadapkan dengan End User License Agreement (EULA) yang teramat panjang tiba mungkin kalian niscaya akan langsung melangkauinya karena tak memedulikan apa-apa saja yang diminta oleh aplikasi tersebut. Hal ini menimpa untuk seluruh platform, Android, iOS, Windows, dan juga MacOS.

Kebijakan Dari Zoom Terkait Pengumpulan DataSudah dituliskan secara resmi

Alhasil, tidaklah heran bila saat ini muncul dugaan Zoom yang memanfaatkan data tersebut untuk keperluan pengembangan kecerdasan buatan. Di mana hal tersebut kini sudah dimasukkan ke dalam kebijakan terbarunya, yang sudah formal terpampang pada laman resminya.

Tentu saja hal tersebut bisa menciptakan kontroversi karena para pengguna tak tahu menahu data apa saja yang diambil aplikasi tersebut.

Tidak Bisa Dinonaktifkan Sama Sekali
Zoom Data SharingFitur pengumpulan data yang tertanam secara terstruktur

Bila berdasarkan postingan terbarunya, aplikasi tersebut tak akan gunakan data tanpa seizin dari penggunanya, seolah menepis dugaan Zoom yang memanfaatkan data sesuka hati hanya demi mengembangkan AI.

Padahal, bila memang inginkan adanya transparansi kebijakan, faktanya aplikasi online meeting tersebut tak memberikan opsi untuk menonaktifkan fitur pengumpulan data. Kasarnya, aplikasi tersebut tak memberikan opsi lain selain mengikuti aturan main yang diberlakukan.

Entah apa pengembangan AI yang dimaksud oleh Zoom, namun besar kemungkinan aplikasi tersebut akan gunakan data AI untuk mengembangkan kecerdasan buatan versinya sendiri – mungkin semacam virtual assistant.

Namun seluruh tersebut tetap berupa dugaan, dan dapat saja yang akan terjadi di kemudian hari berbeda dari yang mereka tuliskan.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com