Lebih dari 100 Ribu Akun ChatGPT Diserang oleh Malware Stealer

Sedang Trending 3 tahun yang lalu 88

Keamanan di bumi siber tampaknya makin mengkhawatirkan saja. Kali ini, lebih dari 100 Ribu akun ChatGPT diserang oleh malware stealer yang menimbulkan hal yang dengan mudahnya dapat kita tebak, adalah kebocoran data. Loh, kok dapat rembes yah?

Banyak Sekali Akun ChatGPT yang Terkena Malware Stealer
Gambaran Orang Gunakan ChatgptMemanfaatkan kecerdasan buatan untuk memudahkan kehidupan

Untukmu yang saat ini tetap loyal memakai ChatGPT, tampaknya harus lebih berhati-hati. Berdasarkan informasi yang kami lansir dari tom’sHardware, setidaknya ada sekeliling 100 Ribuan lebih akun ChatGPT yang terkena serangan malware stealer.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu perusahaan yang beralih di bidang keamanan siber dari Singapura bernama Group-IB baru-baru ini yang menginformasikan bahwa data atau kredensial dari pemilik akun ChatGPT yang terkena malware tersebut cukup beragam, mulai dari Juni 2022 tiba Mei 2023.

Perusahaan Keamanan Siber Group IbMenjadi sorotan dari perusahaan keamanan siber GROUP-IB

Perusahaan tersebut juga informasikan bahwa kebanyakan korbannya berasal dari Amerika Serikat, Prancis, Moroko, Pakistan, Brazil, dan khususnya Indonesia yang menyumbang data akun ChatGPT terbanyak yang terkena malware pencuri info dengan metode yang dikenal dengan stealer-as-a-service tersebut.

Sudah Mulai Diperjualbelikan di Dark Web
Data Chatgpt Dijual Di Dark Web

Tidak hanya sekadar dicuri informasinya, langkah selanjutnya yang mungkin sudah dapat ditebak ialah penyebaran, atau jual beli data di forum atau dark web. Benar saja, Group-IB menambahkan seluruh akun ChatGPT yang terkena serangan malware tersebut sudah mulai diperjualbelikan di dark web.

“Berdasarkan data yang kami miliki, setidaknya ada sekeliling 26.802 akun yang dicuri datanya di bulan Mei 2023, yang mana kawasan asia pasifik menyumbang jumlah informasi atau data yang rembes selama setahun terakhir. Di mana seluruh data yang beredar tampak tetap diperjualbelikan di dark web.” – Group-IB

Perusahaan keamanan siber tersebut juga menambahkan, data tersebut berisikan domain yang dikunjungi, termasuk tujuan IP dari para korban. Malware pencuri informasi akun yang dinamakan ‘The Raccoon’ tersebut, setidaknya telah sukses menginfeksi 78.348 akun untuk dijual oleh oknum jahat.

Intinya, senantiasa berhati-hatilah dengan apa yang kalian ketikkan di ChatGPT, karena kita tak dapat menduga apa yang bakal terjadi bila hal ini lanjut berlanjut.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com