Kominfo Starlink – Perjalanan layanan internet Starlink tampaknya tak semulus harapan. Karena setelah kantongi izin beroperasi di tanah air, muncul informasi di mana Kominfo pantau Starlink terkait adanya dugaan predatory pricing. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kominfo Pantau Starlink Terkait Adanya Dugaan Predatory Pricing
Dugaan predatory pricing, Starlink langsung dipantau oleh KominfoLayanan internet milik Elon Musk yang sudah punya nama perusahaan di tanah air dengan nama PT. Starlink Services Indonesia baru-baru ini diduga melakukan strategi predatory pricing.
Sontak, Kominfo pantau Starlink karena belakangan ini penyedia layanan internet tersebut menjual produk layanan internet dengan harga yang kelewat murah, termasuk perangkat yang menjadi syarat gunakannya.
Tidak boleh menjual harga lebih murah dari layanan lainHal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI), Wayan Toni Supriyanto, di mana pihaknya senantiasa harus memastikan pemeran telekomunikasi diberlakukan secara setara dan mempunyai kesempatan yang sama tanpa ada keberpihakan pada siapapun, termasuk Starlink.
Langsung Dipantau oleh Kominfo
Usman Kansong, inisiatif untuk langsung memantau StarlinkAdanya dugaan terkait predatory pricing yang dilakukan penyedia layanan internet tersebut, langsung membikin Kominfo pantau Starlink. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong, dalam wawancaranya dengan Bisnis.
“Kita memantau. Kita lihat apakah memang benar terjadi predatory pricing. Nanti kita lihat, kalau memang katanya dia sudah menawarkan harga yang murah, kita lihat dan kita pantau.”
Usman KansongBeliau melanjutkan, saat ini Kominfo pantau Starlink, dan menyampaikan bahwa pemerintah mempunyai regulasi untuk dapat mengontrol masalah predatory pricing, adalah UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Sebelumnya, Kemenkominfo telah meminta tiga hal terhadap PT. Starlink Services Indonesia sebelum beroperasi di tanah air. Di antaranya ialah pembukaan pusat operasional jaringan di Indonesia, punya layanan pelanggan, dan soal pajak yang semuanya sudah disetujui penyedia layanan internet tersebut.
Perangkatnya Sempat Dijual Murah di E-Commerce
Perangkatnya sempat dijual dengan harga lebih murah di salah satu e-commerceBeberapa hari silam, kami menemukan bahwa perangkat untuk menerima sinyal dari satelit memang sempat dijual murah di salah satu e-commerce tanah air. Di mana alih-alih harus keluarkan biaya nyaris 8 Jutaan Rupiah, rupanya perangkat tersebut hanya dijual di kisaran 4 Jutaan Rupiah saja.
Jadi, tidaklah heran bila Kominfo pantau Starlink, mengingat salah satu syarat untuk dapat gunakan layanan internet tersebut ialah mempunyai peralatannya terlebih dahulu, diikuti dengan biaya internet bulanannya.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·