Kenapa Harga VGA Mahal dan Tidak Stabil? Ternyata Ini Sebabnya!

Sedang Trending 3 tahun yang lalu 91

Saat ini, tampaknya kita sudah boleh bersuka ria karena karena masa di mana Harga VGA meroket telah usai. Kala itu, ada banyak sekali problem, termasuk di antaranya chip shortage dan demam cryptomining yang mana akan kita kupas pada bahasan santuy kali ini.

Gak usah lama-lama intro-nya, yuk kita gaskeun.

Alasan di Balik Kenapa Harga VGA Mahal

Kala itu, sudahlah Harga VGA Mahal, malah diperparah unsur eksternal lainnya di mana chip shortage dan demam cryptomining yang tetap janjikan cuan. Padahal, dapat dikatakan bahwa dalih utama di balik meroketnya harga tersebut ialah demand akan komponen untuk olah visual.

Menariknya, demam akan mata uang digital tersebut nyaris mulai bersamaan dengan awal dari pandemi yang melanda tanah air. Di mana pada akhir tahun 2020, cryptocurrency ambil kuda-kuda untuk kemudian naik secara tajam.

Cryptocurrency Bitcoin

Kemudian, pada bulan dua tahun 2021, dimulailah masa di mana pandemi mulai merajalela di tanah air. Imbasnya, banyak sekali aktivitas yang dulunya dilakukan secara luring, kala itu dituntut untuk dilakukan secara daring.

Nah, dari sinilah momen krusial di balik Harga VGA mulai makin mahal. Kombinasi dari aktivitas yang menuntut kita harus lakukannya secara daring, lampau diperparah aktivitas cryptomining, sukses membikin komponen vital bernama Graphic Processing Unit (GPU) atau VGA Card, lambat-laun sirna dari pasaran.

Mulai dari kaum pelajar, dari TK tiba mahasiswa, dituntut untuk hadiri kelas secara daring. Disuruh presentasi di depan kelas? Waktu itu kita dituntut untuk lakukannya melalui Zoom atau lewat Google Meet.

Pelajar Laptop

Lantas, apa info para pekerja kantoran kala itu? Banyak sekali dari mereka yang harus bekerja dari rumah, dan tak lama kemudian muncullah istilah baru, Work From Home (WFH). Cara kerja pun sama, di mana mereka harus kerjakan apa yang jadi jobdesk mereka, namun secara daring.

Sebulan kemudian, masyarakat yang terkena imbasnya kini berbondong-bondong untuk mempunyai Personal Computer (PC), entah itu dalam bentuk komputer atau laptop. Dan jelas, termasuk di antaranya komponen bernama VGA Card pun tak luput dari sorotan mereka yang dituntut untuk lakukan semuanya dari rumah.

Gak butuh waktu lama, stok dari GPU di toko offline atau online perlahan menipis, dan sukses membikin toko untuk meningkatkan banderol berkat masifnya demand yang ada dan malah tak dapat terpenuhi.

Untuk kemudian, diperparah oleh ulah aktivis cryptomining yang akan kita bahas berikutnya.

Stok Makin Ghaib Berkat Demam Cryptomining

Belum puas dihadapkan realita di atas, kembali kita ditodong demam cryptomining yang dirasa penulis cukup meresahkan. Salah satu dalih di balik Harga VGA Mahal ialah stok yang kian ghaib berkat demam cryptomining dan Non-Fungible Token (NFT).

Tentunya, ini ialah masalah utama yang harus dihadapi mereka-mereka yang dituntut untuk tetap produktif dari rumah, dan para pencari cuan dari cryptomining.

Cryptominers 2022

Masalahnya: seorang cryptominers tentu tak hanya mempunyai satu atau dua VGA Card, melainkan belasan, tiba puluhan, dan ekstrimnya ratusan bahkan ribuan GPU hanya demi passive income di tengah perekonomian yang tak menentu.

Jadi, tidaklah heran bila pada waktu itu banderol VGA Mahal, bahkan ada yang tiba tembus 50 Jutaan Rupiah per unitnya. Rasanya, ridiculous aja sih bela-belain beli komponen ini terutama di masa susah kala itu.

Kombinasi masalah ini tentunya lahirkan kondisi ‘unik’, di mana tetap ada saja orang yang mau beli VGA Card di kisaran tersebut demi tuntutan pekerjaan alias kepepet. Ya, ini ialah salah satu hal yang cukup menyebalkan bila terjadi pada diri kita.

Gpu Untuk Mining

Bahkan meski ‘kemampuan ekonomi’ seseorang tetap bisa di-push tiba seekstrim ini, tentu saja asal masalah tersebut tak hanya stop tiba di situ. Tetap saja, kondisi di mana komponen yang langka dan dijuluki Chip Shortage tak sembuh dalam sekejap.

Kalau kita tanya ke distributor komponen komputer, jawabannya sama: chip shortage atau banyaknya demand.

Menariknya, dulu penulis pernah membaca post di salah satu grup komputer terbesar, dan temukan hal ini cukup sus karena modelan jual-beli manufaktur ke distributor tanah air ialah jual putus dalam jumlah besar. Tentunya, hal ini tak sesuai klaim toko-toko yang senantiasa nantikan stok GPU dalam jumlah masif dari manufaktur terkait.

Bulan demi bulan, tiba akhirnya kita menyambut tahun 2022, namun stok GPU tak kunjung membaik, setidaknya tiba bulan ketujuh atau bulan delapan tahun ini. Di mana hal tersebut akan kita kupas pada poin berikutnya.

Kini Membaik Berkat Peralihan ke Proof of Stake

Setelah capek terkena ombak demand dan banderol yang sama sekali tak masuk akal cukup lama, kini kita boleh bersuka ria berkat adanya peralihan ke Proof of Stake (POS). Dulunya, Proof of Work (POW) ialah acuan untuk ukur dosis cuan yang dapat diraup dari sebuah mining rig yang dimiliki.

Teman penulis sendiri mempunyai mining rig berisikan setidaknya 30-an RX 580 8GB, dan 30-an RX 570 4GB, yang tentu saja termasuk ‘niat’ untuk dapat adu mekanik.

Panduan Beli Gpu Bekas Mining

Benar, kala itu, semakin banyak VGA Card yang dimiliki, tentu makin besar pula cuan yang dihasilkan. Jadi, tidaklah heran bila bermunculan miners dadakan demi kais cuan di masa pandemi yang penuh PHK sana-sini, demi isi dompet.

Pada bulan Juli – Agustus, dialihkannya POW ke POS sukses rontokkan banderol dari VGA Card yang benar-benar tak masuk di akal. Tentu saja ini ialah waktu yang dinantikan para gamer dan content creator agar makin tak gabut dalam kesehariannya nge-scroll e-commerce.

Bila waktu itu sebuah RTX 3060 dibanderol di atas 10 Jutaan Rupiah, kini komponen tersebut hanya dibanderol sekeliling 5-7 Jutaan Rupiah saja. Dan tentu saja, ini ialah harga sepantasnya untuk komponen yang tak hanya ‘halal’ dipakai untuk kerja rodi menambang mata uang digital semata.

Akhirnya Kita Bisa Kembali Katakan: Mending Rakit PC

Setelah ombak cryptomining reda berkat peralihan POW ke POS yang kita bahas sebelumnya, akhirnya kini kita dapat kembali katakan Mending Rakit PC. Gak ada salahnya untuk membeli komponen yang ada saat ini yang kebanyakan ‘belum’ menyentuh MSRP, ketimbang harus sesal karena tak membelinya di saat seluruh serba murah.

Rekomendasi Budget Pc Gaming

Menurut observasi penulis, meski kini era Harga VGA Mahal telah usai, diharapkan kalian yang mempunyai tabungan untuk dapat membeli komponen incaran kalian secepatnya demi minimalisir terjadinya kejadian tak mengenakkan di kemudian harinya.

Tentu, hal ini berdasarkan lompatan kemampuan VGA Card yang menurut penulis ‘gitu-gitu aja’, di mana lompatan performa sama sekali tak terasa, malahan hanya besarkan konsumsi daya.

Lalui bahasan santuy ini, penulis rekomendasikan untuk mendapatkan GPU yang minimal mempunyai VRAM 8GB, tentunya yang sudah GDDR6. Hal tersebut untuk antisipasi meroketnya peluncuran bermacam GPU ke depannya yang menurut penulis, tetap cukup sus.

Baca juga informasi menarik lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]