Google Kecolongan, Puluhan Aplikasi Kripto Palsu Edar di Play Store!

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 81

Kabar mengejutkan kali ini datang dari raksasa Google. Di mana kali ini Google kecolongan, karena puluhan aplikasi kripto yang ada di platform mereka merupakan aplikasi palsu. Loh, kok dapat kecolongan?

Google Kecolongan, Puluhan Aplikasi Kripto Palsu Edar di Play Store!
Google Ketipu Aplikasi Kripto Palsu 2024Siapa sangka rupanya puluhan aplikasi kripto ini palsu

Aneh rasanya saat kami mendengar informasi di mana Google kecolongan. Hal ini bukanlah tanpa sebab, mengingat raksasa teknologi tersebut senantiasa mengecek bermacam aplikasi yang mereka loloskan secara berkala, dan menghapus aplikasi mencurigakan.

Berdasarkan informasi yang kami ambil dari Wccftech, kali ini Google kecolongan karena selama ini mereka rupanya telah meloloskan aplikasi kripto imitasi di Play Store. Setelah diulik lebih lanjut, rupanya terdapat kurang lebih 87 aplikasi kripto imitasi yang telah edar, dan lolos verifikasi.

Sayangnya, Google tak membeberkan nama aplikasi kripto imitasi tersebut, namun kemungkinan besar Google telah menghapusnya dari Play Store agar korban tak berjatuhan.

Aplikasi Kripto Palsu Di Google Play StoreSudah menyantap ratusan ribu korban dari seluruh penjuru dunia

Selama aplikasi kripto palsu tersebut beredar, tercatat seratus ribuan lebih orang dari bermacam belahan bumi yang menjadi korban aplikasi tersebut. Jumlah kerugiannya pun bervariasi mulai dari 1 Jutaan Rupiah, tiba 1 Milyar Rupiah lebih per korban.

Sontak hal ini langsung membikin raksasa teknologi tersebut lakukan penyelidikan menyeluruh untuk menemukan dalang di balik seluruh ini. Mengingat hal ini telah mencoreng nama Play Store sebagai salah satu platform yang kondusif dan bebas dari masalah.

Google Menuntut Dua Developer
Google Menuntut Dua DeveloperPerusahaan tuntut dua developer

Proses investigasi, selain tentunya membutuhkan waktu, pastinya akan menyantap banyak sekali dana. Disebut Google telah menghabiskan sekeliling 1 Milyar Rupiah untuk menemukan siapa dalang di balik seluruh ini, tiba pada akhirnya Google menemukan dua oknum developer, dan menuntutnya.

Berdasarkan temuan situs tersebut, disebut bahwa salah satu oknum developer ini berasal dari China, dan oknum lainnya dari Hong Kong. Di mana Google kecolongan karena mereka sukses memberikan informasi yang benar-benar tampak layaknya arsip orisinil pada kategori kripto dan investasi.

Setelah sukses menemukan oknum developer bandel tersebut, kini Google menyeretnya ke pengadilan untuk mendapatkan secercah keadilan.

Baca juga informasi menarik lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com