Facebook Diduga Gunakan Mikrofon untuk Mendengarkan Percakapan, Benarkah?

Sedang Trending 1 tahun yang lalu 26

Sebagai pengguna Facebook, mungkin kalian pernah disodorkan iklan yang entah bagaimana berkaitan dengan apa yang baru saja dibicarakan. Nah, kebetulan baru-baru ini Facebook diduga gunakan mikrofon pada perangkat yang digunakan oleh para penggunanya dan memampangkan iklan yang sesuai. Benarkah demikian?

Facebook Diduga Gunakan Mikrofon untuk Dengarkan Percakapan Pengguna
Data Cox Media Group 2024Partner iklan?

Informasi di mana Facebook diduga gunakan mikrofon untuk mendengarkan seluruh percakapan penggunanya ini kami lansir dari 404MEDIA. Situs tersebut memampangkan presentasi di mana Facebook Marketing Partner bekerja sama dengan Google Premier Partner dan Amazon Advertising dalam menargetkan iklan kepada para penggunanya.

Walau sekilas terlihat normal, tetapi seluruh firma pemasaran tersebut mengakui gunakan teknologi ‘Active Listening’, di mana fitur tersebut merupakan sebuah perangkat lunak yang ditenagai kecerdasan buatan untuk mengumpulkan “data niat” secara real-time dengan mendengarkan percakapan pengguna.

Data Cox Media Group Active Listening 2024Arsip berisikan penjelasan Cox Media Group terkait langkah iklan Facebook

Meta, selaku perusahaan induk Facebook, mengungkapkan pihaknya kini tengah mendalami permasalahan ini dengan meninjau Cox Media Group yang telah menyebarluaskan informasi terkait ‘Active Listening’ tersebut dan dapat kalian baca arsipnya di sini.

“Facebook tak gunakan mikrofon smartphone pengguna untuk iklan, dan kami telah menjelaskan hal ini kepada khalayak ramai selama bertahun-tahun. Saat ini kami juga telah meminta pihak Cox Media Group guna mengklarifikasi bahwa apa yang mereka sebarluaskan tak berdasarkan data,” ujar Juru Bicara Meta.

Pembahasan Active Listening Cox Media GroupKekuatan suara, maksudnya kekuatan untuk mendengarkan?

Kendati demikian, tidaklah sedikit kasus di mana pengguna mengaku memandang iklan tentang produk, apapun itu tak lama setelah membicarakannya. Bahkan, seringnya iklan tersebut ditampilkan meski mereka tak lagi mencari produk tersebut, sehingga menimbulkan tanda tanya besar untuk Facebook yang memanfaatkan ‘Active Listening’ tersebut.

Namun, berdasarkan penjelasan dari situs resminya, Facebook dan Instagram tak pernah melakukan hal tersebut dan hanya meminta izin ketika aplikasi memang membutuhkannya, dan mengaku bahwa pihaknya juga tak mengerti bagaimana iklan dapat menjadi begitu spesifik.

Meta Privacy Center 2024Penjelasan di Meta Privacy Center

Jadi, berdasarkan data yang kami kumpulkan, tetap belum jelas apakah Facebook benar-benar “menguping” seluruh percakapan para penggunanya untuk kemudian menampilkan iklan yang relevan. Kalau dari kalian, apakah ada yang pernah mengalami hal ini?

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.