ESRB Inginkan Fitur Pendeteksi Wajah Jadi Standar Verifikasi Terkini

Sedang Trending 3 tahun yang lalu 81

Entertainment Software Rating Board (ESRB) merupakan organisasi yang berasal dari Amerika yang bertugas untuk mengatur batasan usia dan konten pada video game. Kali ini, mereka mau mencoba hal baru dengan menerapkan fitur pendeteksi paras yang bakal menjadi standar verifikasi terkini. Wah, seperti apa implementasinya yah, brott?

Alasan di Balik ESRB Inginkan Fitur Pendeteksi Wajah
Pendeteksi Wajah Face Recognition EsrbVerifikasi yang semakin mudah dengan pendeteksi wajah?

Tentunya akan menarik bila memandang organisasi semacam ESRB inginkan implementasi fitur pendeteksi paras untuk menjadi standar verifikasi terkini. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk ikuti jejak dari Tencent yang telah implementasikan hal ini lebih dahulu demi membatasi jam bermain gamer cilik.

Melansir PCGamer, demi wujudkan hal tersebut ESRB kinibekerja sama dengan anakan dari Epic Games yang bernama SuperAwesome dan perusahaan yang beralih di bidang identitas digital Yoti. Kolaborasi antar perusaahaan tersebut hasilkan proposal yang kini ditujukan pada Federal Trade Commission (FTC), namun belum ada balasan.

Kendati demikian, fitur pendeteksi paras ini tetap dalam tahap penyempurnaan, karena sistem yang mereka kembangkan tetap belum terlalu dapat mengenali objek dengan terlalu akurat.

Alasan di balik organisasi tersebut inginkan fitur pendeteksi paras rupanya tak lain dan tak bukan untuk meminimalisir potensi terjadinya hal yang tak diinginkan. Sebut saja di antaranya pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) secara tak sengaja yang tampak makin marak saja terjadi belakangan ini.

Jaminan Tidak akan Bisa Diakali oleh Gamer Cilik
Gamer Cilik Face Recognition Pendeteksi WajahGak bakal dapat menggunakan gambar ‘diam’

Implementasi fitur pendeteksi paras yang diberi nama ‘privacy-protective facial age estimation’ tersebut juga dijamin tak akan dapat diakali oleh para gamer cilik, karena ESRB mengerti betul gamer cilik kini mempunyai bermacam langkah untuk dapat mengakali sistem.

Hal ini tampak pada penerapan standar yang ketat untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan. Di antaranya ialah sistem tak akan menerima gambar diam, termasuk minimal persyaratan minimal yang dibutuhkan oleh sistem verifikasi yang akan langsung ditolak.

Cara kerja dari fitur ini rupanya cukup simpel. Di mana orang uzur cukup mengambil gambar selfie dengan donasi modul khusus, untuk kemudian dianalisis oleh sistem untuk memastikan gambar yang diambil memang paras orang uzur gamer tersebut. Semua akses akan diberikan setelah sistem sukses mencocokkan data yang ada.

Bisa Meminimalisir Hal yang Tidak Diinginkan?
Gamer Cilik Topup GameBye drama! Tidak ada dalih aneh bin nyeleneh bila kemudahan ini diresmikan

Bila berpedoman pada fitur pendeteksi paras yang tengah diusahakan oleh ESRB, tentunya ini merupakan hal positif. Di masa depan, besar kemungkinan kita tak akan lagi memandang drama di mana gamer cilik menghabiskan uang orang tuanya hanya untuk membeli dan top-up game yang umumnya dilakukan tanpa sepengetahuan orang uzur mereka.

Bila memang organisasi tersebut sukses mengajukan proposal ke FTC, hal selanjutnya yang harus kita perhatikan ialah harga dari modul yang dibutuhkan untuk melakukan proses identifikasi wajah.

Walau tak menutup kemungkinan hal tersebut dapat dilakukan lalui webcam atau smartphone, namun tak tutup kemungkinan juga kalau kita diharuskan untuk membeli instrumen bantu untuk mudahkan proses verifikasi tersebut.

Gimana menurut kalian, brott? Kami merasa implementasi ini tentunya akan meminimalisir drama top-up yang terjadi di bumi game.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com