Berita terbaru dari bumi cryptomining ini cukup menarik. Bagaimana tidak, para cryptominer kembali mau coba peruntungan untuk mengais sejumlah mata uang digital yang pamornya jatuh bangun tersebut, kali ini dengan gunakan prosesor. Apakah langkah ini akan benar-benar menghasilkan?
Cryptominers Kembali Ingin Coba Peruntungan dengan Gunakan Prosesor!
Mining dengan prosesor, memangnya bisa?Aktivitas cryptomining biasanya identik dengan membikin kartu grafis kerja rodi. Walau setelah peralihan dari Proof of Work ke Proof of Stake otomatis memang sempat ‘mematikan’ aliran cuan para cryptominers, namun tampaknya mereka tak mau mendiamkan uang mereka berlama-lama.
Berdasarkan informasi yang kami lansir dari VideoCardz, kini cryptominers kembali mau mencoba peruntungan, dengan memanfaatkan prosesor alih-alih kartu grafis untuk mendapatkan profit setiap harinya.
Menghasilkan USD 3.04 atau setara dengan 47.000an Rupiah per harinyaSalah satu cryptominers membuka suara, di mana setiap harinya ia mendapatkan profit sekeliling USD 3.04 pada platform Qbic. Ia mengatakan bahwa profit yang didapatnya tersebut gunakan prosesor AMD Ryzen 9 7950X, yang mempunyai 16 core dan 32 thread.
Setelah kami ulik lebih dalam, aktivitas mining tersebut rupanya membutuhkan instruksi AVX2 dan AVX512. Di mana hal tersebut sama sekali bukanlah masalah untuk prosesor yang digunakannya.
Berpotensi Membuat ‘Chip Shortage’ Part 2?
Apakah banyak yang latah ikutan tren mining dengan prosesor ini?Sekilas, keuntungan yang didapatkan dari langkah ini mungkin terlihat kecil. Namun, salah satu dalih kenapa cryptominers kembali mau coba peruntungan ialah dikarenakan profit yang mereka dapatkan setidaknya dua kali lipat ketimbang mining dengan gunakan kartu grafis.
Sebagai komparasi, prosesor AMD Ryzen 9 7950X yang dibanderol mulai dari 8 Jutaan Rupiah di tanah air, tetap merupakan opsi yang jauh lebih murah ketimbang kartu grafis yang dibanderol jauh lebih mahal.
Alhasil, bila tren ini lanjut berlanjut, tak menutup kemungkinan akan membikin potensi ‘chip shortage’ alias kelangkaan buatan karena seluruh orang mungkin tergiur dengan profit yang ditawarkannya.
Gimana menurut kalian? Apakah kalian bakal ikutan FOMO juga, atau lebih memilih investasi yang lebih masuk akal? Yuk, komentar di bawah!
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·