Aplikasi Temu Buka Kantor di Indonesia, Begini Tanggapan Menteri Koperasi dan UKM

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 69

Persaingan jual beli di era digital tampaknya bakalan semakin sengit saja. Hal tersebut dibuktikan dengan langkah besar aplikasi Temu buka kantor di Indonesia, yang langsung menjadi sorotan Menteri Koperasi dan UKM. Memangnya ada apa dengan aplikasi ini?

Tanggapan Menteri Koperasi dan UKM Soal Aplikasi Temu Buka Kantor di Indonesia
Tampilan Aplikasi Temu 2024Kehadiran Temu dapat merusak ekonomi suatu negara?

Beberapa waktu silam, kehadiran social commerce seperti TikTok Shop sempat diduga menjadi dalang di balik lesunya perputaran ekonomi di tanah air. Namun, rupanya hal tersebut tetap belum ada apa-apanya ketimbang aplikasi Temu yang saat ini membuka kantornya di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang kami lansir dari CNBC, Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM mengkhawatirkan akan beroperasinya e-commerce asal China tersebut di tanah air. Beliau menjelaskan, semestinya ada kebijakan terkait perdagangan elektronik, yang sayangnya sejauh ini hanya bersifat lintas sektor.

Menteri Koperasi Dan Ukm Teten Masduki Temu 2024Teten Masduki, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap aplikasi e-commerce

Soal aplikasi Temu buka kantor di Indonesia ini, Teten mengkhawatirkan industri dalam negeri bakal kalah saing dengan hadirnya platform yang menghubungkan langsung pabrikan dengan konsumen nantinya. Beliau mencontohkan, harga yang ditawarkan oleh Temu dapat sangat murah ketimbang produk dalam negeri.

“Yang kita pikirkan itu dampak bagi UMKM. Karena kalau misalnya dari produsen, pabrikan, langsung masuk ke konsumen, niscaya bakal sangat murah,” terangnya. Beliau juga menambahkan potensi PHK besar-besaran, mengingat dampak kehadiran aplikasi Temu ini diperkirakan bakal sangat masif untuk Indonesia.

Wientor Rah Mada Soal TemuDirektur Utama Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada

Wientor Rah Mada selaku Direktur Utama Smesco Indonesia sebelumnya juga menyebut bahwa kehadiran aplikasi Temu ialah sebagai e-commerce pembunuh UMKM asal China. Bahkan, aplikasi ini telah menyerang Amerika Serikat dan Eropa dengan subsidi harga mencapai 100%, yang artinya pembeli hanya bayar ongkos kirim saja.

“Temu ini aplikasi jahat dari China, yang kalau dibiarkan masuk ke tanah air, maka UMKM kita sudah niscaya mati. Ini barang langsung datang dari pabrik di China, kemudian tak ada seller, tak ada reseller, tak ada dropshipper, dan tak ada affiliator. Jadi tak ada komisi berjenjang seperti e-commerce lainnya,” tutupnya.

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.