Teknologi yang ketinggalan era karena smartphone – Perkembangan teknologi seluler alami peningkatan yang sangat pesat ketika memasuki seratus tahun ke-21. Dari HP batu bata yang kita kenal dari tahun 90an dan berkembang menjadi ponsel pandai berlayar sentuh dengan komputasi serba ngebut sepuluh tahun kemudian. Tiada yang dapat memprediksi kalau 20 tahun kemudian sejak tahun 2000, para orang modern akan berselancar lebih dari 4-5 jam sehari hanya untuk berinteraksi di ‘media sosial’.
Kini dengan smartphone yang serba bisa, juga sukses membikin berbagai teknologi yang sempat tren beberapa tahun lampau menjadi ketinggalan zaman. Pasalnya, alih-alih membutuhkan perangkat khusus, kini seluruh fitur barang tersebut sudah diintegrasikan dalam ponsel pandai yang dapat masuk saku celana.
Teknologi yang Ketinggalan Zaman Sejak Hadirnya Smartphone
Masih ingat dengan instrumen ini?Kira-kira, apa saja barang yang sudah tak lagi perlu objek terpisah karena terlalu ketinggalan zaman? Berikut ialah 7 diantaranya yang kepikiran:
1. MP3 Player
Pemutar musik alias MP3Untuk kalian yang tak audiophile, mungkin kalian tak lagi membutuhkan pemutar musik terpisah. Karena sejatinya, smartphone kalian sudah sangat dapat menggantikan peran instrumen tersebut dan bekerja dengan sangat bagus pula. Bahkan era sekarang ini, lagu tak lagi tersimpan dalam perangkat dan diakses dengan cloud streaming seperti Apple Music, Spotify, Tidal, YouTube Music, dan sejenisnya.
2. Radio FM
Zaman kakek sayaSiapa yang tetap mendengar siaran radio lokal? Kalau iya mungkin kalian melakukannya lewat dasbor mobil atau lewat smartphone. Kalian tak perlu lagi membeli instrumen bernama Radio FM karena smartphone sudah mendukung seluruh itu, ditambah ada juga siaran radio lewat internet dan kalian dapat mendengar radio negara manapun.
3. Jam Weker
Sekalinya lupa nyalakan jadi kebablasan tidurnyaSiapa yang tetap punya jam weker di rumah? Tidak ada? Sama, penulis juga tak membutuhkan jam weker. Alasannya karena alarm smartphone sudah cukup nyaring untuk bikin bangun di pagi hari. Bahkan peran smartphone belakangan ini digantikan oleh smartwatch yang lebih praktis. Alarmnya berbentuk getaran jadi tak mengganggu sekitar, praktis ‘bukan?
4. Kamera Saku
Lebih praktis pakai HPSmartphone memang serba bisa. Maka dari itu, ia juga dapat digunakan untuk menggantikan kamera saku. Sepertinya sudah nyaris tak ada yang membawa kamera saku kemana-mana kecuali kalau orangnya pecinta kamera film atau mungkin kamera DSLR yang lebih profesional. Diluar itu, cukup jepret dengan kamera HP saja sudah lebih dari cukup, kok.
5. Kalkulator
Di rumah tetap ada sihKecuali anda berumur atau punya bisnis warung kelontong, sepertinya anda tak membutuhkan kalkulator sungguhan. Karena sebenarnya seluruh fitur dasar kalkulator sudah ada di smartphone jadi lakukan apa lagi membeli kalkulator terpisah. Tapi jujur, sensasi pencet tombol fisik memang lebih seru dari menyentuh layar rata. Hanya saja secara kegunaan tetap sama juga untuk hitung menghitung.
6. GPS Mobil
Sudah pakai Google MapsWaktu belum adanya smartphone, sepertinya nyaris setiap mobil ada penangkap GPS untuk menunjukkan jalan. Sekarang sejak Google Maps dan Apple Maps populer, rasanya instrumen satu itu sudah tak lagi dibutuhkan. Apalagi kalau fungsinya sama dapat berikan petunjuk navigasi arah per arah secara real time.
7. PDA
Sebelum Samsung Note series, ada iniSebelum ramai smartphone, orang mengenal PDA. Fungsinya secara garis besar sama seperti apa yang dapat dilakukan smartphone. Membalas email, browsing, menulis catatan, dan berbagai kebutuhan kantoran lainnya. Tapi, smartphone dapat melakukan itu seluruh ditambah kebutuhan hiburan seperti nonton film dan bermain game. Jadi jelas ya siapa yang lebih sepuh disini.
Nah, itulah beberapa teknologi yang sudah ketinggalan era sejak adanya smartphone. Apa smartphone pertama kalian? Coba sharing dikit-dikit ya brott.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·