Mitos PC Gaming – Sudah berpuluh-puluh tahun PC atau Personal Computer sudah dapat digunakan sebagai metode bermain game. Dulu kalau mau bermain video game, maka gamer harus melakukannya di arcade atau home console.
Era seperti itu sepertinya sudah lewat dan sekarang bermain game di PC sudah menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan. Hanya saja, meskipun perjalanan PC sebagai instrumen lakukan nge-game ini sudah berlangsung lama. Masih banyak muncul berbagai kesalahpahaman terhadap platform yang satu ini.
Banyak yang menilai PC Gaming itu merupakan pilihan yang lebih rumit sebagai mesin game dibandingkan dengan konsol. Bahkan banyak yang tetap salah kaprah terhadap beberapa hal yang dapat atau tak dapat dilakukan oleh PC gaming.
Mitos PC Gaming yang Masih Bikin Salah Kaprah
Apa saja mitos PC gaming yang terbukti salah?Artikel ini akan membahas beberapa mitos komputer gaming yang sudah semestinya tak lagi dipercaya oleh masyarakat. Karena fakta dilapangan mengatakan kalau mitos-mitos ini ialah salah dan keliru.
Apa saja mitosnya, mari kita bahas satu persatu mulai dari yang paling umum deh yaitu:
1. Mitos Komputer Gaming Mahal dan Harus Terus Di-Upgrade
Tidak perlu upgrade kalau belum rusakKalau yang pertama ini dapat dikatakan sangat relatif terhadap penggunanya. Untuk mendapatkan PC gaming dengan kasta tertinggi memang membutuhkan biaya yang tak sedikit.
Tapi, siapa bilang kalau untuk bermain game harus punya PC dengan prosesor i9 atau RTX 4090? Kalian tetap dapat mengeluarkan bajet yang relatif mini untuk mendapatkan pengalaman bermain game dengan nyaman.
Tapi, bagaimana dengan bagian upgrade? Bukannya PC gaming perlu di-upgrade setiap 2-3 tahun sekali? Itu juga salah besar. Memang belakangan ini game di PC sudah mulai mengalami loncatan spek, tapi itu juga sebenarnya jumlahnya tak banyak dan terbatas pada game AAA saja. Masih banyak game menarik lainnya yang dapat juga kalian mainkan dimana spesifikasi yang diminta tak begitu menohok.
2. Semakin Banyak Core pada CPU Berarti Semakin Mulus Gamenya
CPU core banyak bukan berarti makin baikMitos ini juga salah besar. Karena sebenarnya tak hanya Core CPU yang menjadi penentu sebuah game dapat melangkah mulus tanpa stutter atau apapun itu. Masih ada beberapa unsur lain seperti berapa clock speed-nya, berapa jumlah L2 dan L3 Cache. Atau seberapa efisien prosesor tersebut juga tak kalah penting.
Jadi kalau ditanya apakah jumlah Core CPU pengaruh atau tidak. Secara teknisnya iya, tapi bukan seluruhnya. Game jadul juga tak membutuhkan jumlah core yang banyak dan hanya dapat mengutilisasi 1 atau 2 core saja. Game modern sekarang sudah punya performa multi-core yang lebih baik.
3. Bermain Game di PC Hanya Bisa Dilakukan di Desktop/Laptop
Handheld PC sudah dapat jadi opsiKalau 10 tahun lampau dilontarkan, mitos ini memang benar adanya. Tapi di era sekarang PC handheld seperti Aya Neo, Steam Deck, bahkan ROG Ally sudah mulai dijual bebas dan tak lagi menjadikan opsi desktop/laptop sebagai satu-satunya sarana bermain game PC.
Memang benar secara performa, handheld tetap kalah dengan desktop/laptop. Dikarenakan performa handheld PC tetap terbatasi oleh form-factor dan juga daya yang dapat ia tarik. Tapi, opsi bermain game secara handheld sudah mulai dapat dilakukan. Apalagi kalau kalian berlangganan Cloud Gaming, semakin menambah fleksibilitas yang dapat dilakukan gaming PC.
4. Monitor Refresh Rate Tinggi Hanyalah Gimmick
Sudah bukan sekadar gimmickBiasanya ini diucapkan oleh orang yang belum mencoba monitor refresh rate tinggi. Karena setelah sekali mencoba memainkan game di monitor yang gunakan refresh rate 144hz atau 240hz, maka sudah dapat dipastikan tak dapat beralih kembali ke refresh rate yang lebih rendah.
Ditambah sebenarnya Refresh rate tinggi bermanfaat untuk game kompetitif shooter. Player yang menggunakan monitor refresh rate tinggi akan diberi kelebihan karena telah mendapatkan informasi lebih sigap dibanding mereka yang gunakan refresh rate rendah.
Otomatis player tersebut mendapatkan benefit lebih banyak dibanding player yang tak gunakan monitor refresh rate tinggi.
5. Overclocking GPU Adalah Hal Wajib
Overclocking GPUMitos yang satu ini biasanya berhubungan dengan performa. Biasanya argumen mereka kalau melakukan overclock, maka potensi GPU tersebut akan dapat keluar sepenuhnya. Padahal sebenarnya mah tidak. Overclocking GPU hanya akan meningkatkan performa GPU yang tak begitu signifikan dibanding daya yang ia tarik.
Justru sebaliknya, undervolting GPU yang perlu kalian lakukan apalagi menyangkut kartu GPU yang konsumtif daya seperti seri X080 atau X090 dari NVIDIA atau X800 dan X900 di AMD. Undervolting akan membikin kinerja GPU jadi lebih efisien dengan tetap mempertahankan performa tanpa voltase diturunkan agara penggunaan Watt jadi lebih rendah.
6. Rakit PC Gaming Sulit Dilakukan
Rakit PC gaming sebenarnya tak begitu menyeramkanBanyak yang enggan merakit PC Gaming karena takut akan prosedur yang ribet. Padahal asal kalian tahu saja, untuk melakukan perakitan PC, kalian hanya membutuhkan 1 instrumen saja adalah obeng.
Dengan sudah hadirnya video YouTube sebagai contoh untuk mengajarkan kalian langkah merakit PC, sudah dapat dikatakan kalau rakit PC susah itu sudah semestinya dianggap mitos yang tak beraksi lagi.
7. Mitos PC Gaming Isinya Pembajak Game
Tidak melulu soal pembajakanYa perlu diakui kalau di PC Gaming, tak sedikit jumlah gamer yang mainkan dengan langkah membajak atau piracy. Berbeda dengan konsol era sekarang seperti PS5 dan Xbox Series X/S tentu gamenya diwajibkan untuk beli agar dapat dinikmati.
Fleksibilitas PC Gaming ini juga yang membolehkan game di platform ini dibajak. Hanya saja, tak seluruh gamer punya pemikiran seperti itu. Banyak diantara mereka yang memang punya prinsip tak mau membajak game karena menghargai developer atau apapun kode etik yang dia pegang. Banyak yang bahkan menghindari bajakan dengan menunggu hingga game tersebut dapatkan diskon agar lebih terjangkau.
Jadi itulah beberapa mitos PC Gaming yang mungkin sudah semestinya punah. Bagaimana menurut kalian? Apakah tetap ada mitos lain yang juga tak kalah ngawur? Coba beri komentar kalian di bawah ya, brott.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·