7 Hal yang Bakal Diajarkan Gamer Veteran kepada Anaknya

Sedang Trending 3 tahun yang lalu 89

Gamer Veteran – Ada saatnya di mana para gamer akan menjadi orang uzur di kemudian hari, di mana kita umum menyebutnya gamer veteran. Walau hanya sekadar memainkan Point Blank, Mobile Legends, namun biasanya pengalaman bermain yang dimiliki umumnya sudah lebih dari cukup untuk diteruskan kepada sang anak, termasuk cucu.

Ibaratkan transfer of knowledge, di mana semestinya gamer veteran harus melalukan hal ini agar anaknya dapat melebihi, dan bahkan mengalahkan sang veteran ketika memainkan game yang membutuhkan mekanik dan skill.

Pada kesempatan ini, kami mencoba beberkan apa-apa saja hal yang sekiranya bakal diajarkan oleh para gamer veteran kepada anak dan cucunya kelak.

Hal yang Bakal Diajarkan Gamer Veteran ke Anaknya

Kalau kalian penasaran, inilah hal yang bakal diajarkan para gamer veteran ke anak dan cucunya kelak, yang merupakan hobi:

1. Meracuninya dengan Game Favorit
Gamer VeteranBakal diracuni dengan game favorit sang veteran

Sebagai gamer veteran, tentunya akan terpikir untuk langsung meracuni sang anak dan cucu dengan game yang menjadi favorit gamer tersebut. Kalau dulunya sang veteran senang memainkan game RPG semacam Klonoa atau GTA San Andreas, tentunya si anak bakal diracuni dengan game dengan genre serupa.

Hal ini dilakukan oleh sang veteran untuk meneruskan pencapaian yang didapatkannya selama memainkan game, dan menyemangati agar anakya tak kalah jago dari orang tuanya yang mungkin memang demen menekuni game, mulai alur cerita, gameplay, musik, maupun aspek lainnya.

2. Gak Bisa Melewati Level Tertentu? Mungkin Skill Issue
Dark Soul You DiedMati setelah ratusan atau ribuan kali? Sudah biasa!

Pernahkah kalian memandang gamer muda yang tak dapat melewati level tertentu di Elden Ring karena lawannya terlalu susah untuk mereka taklukkan? Padahal, level tersebut malah mudah diselesaikan oleh veteran, tentunya dengan perjuangan dan ratusan, bahkan ribuan kali retry saat mencobanya. Tidak sedikit veteran akan katakan gamer tersebut ‘skill issue’.

Walau mungkin sang anak dikata-katai demikian, sebenarnya ini merupakan bentuk penyemangat dari gamer veteran agar mereka tak mudah untuk kalah mental, dan tetap positif untuk dapat menyelesaikan tantangan di dalam game yang sekiranya mustahil untuk diselesaikan. Jadi, tak ada orang uzur yang mau anaknya dicap ‘skill issue’, brott!

3. Diajak Grind atau Main Bareng
Mabar Bareng Gamer VeteranMengisi slot hampa dengan menambahkan sang anak? Smart move

Ketika gamer veteran mempunyai anak, dan kebetulan sang anak sudah mempunyai umur yang cukup untuk sekadar memegang stik, sudah niscaya akan langsung diajak grind atau main bareng. Selain untuk have fun bareng, ini merupakan langkah dari sang veteran untuk mendekatkan dirinya kepada sang anak, loh.

Pilihan gamenya pun beragam. Mulai dari membangun rumah di Minecraft sembari mengasah kreativitas sang anak, memainkan game klasik semacam Doraemon di emulator, atau mungkin malah diajak adu mekanik melalui game Tekken untuk menentukan siapa yang lebih sigap dan jago menaklukkan lawan.

4. Mengenalkan Dunia Game Secara Lebih Dalam
Spesifikasi PC Minecraft LegendsLore menarik yang ada di tiap game akan menarik untuk diulik

Langkah selanjutnya yang umum dilakukan oleh veteran ialah mengenalkan bumi game itu rupanya amat luas untuk dieksplorasi. Mulai dari genre, tingkat kesulitan, grafik yang ditawarkan, dan unsur lainnya yang harus dipertimbangkan sebelum memainkan game tersebut biasanya mempunyai pertimbangan tersendiri.

Generasi era now yang tak mengetahui perkembangan bumi game yang mulai digalakkan dari tahun 1990-an, umumnya hanya akan mengetahui game era now yang mempunyai grafis dan tingkat kesulitan yang ‘disesuaikan’. Jadi, wajar kalau para veteran sejati akan memperkenalkan bumi game secara lebih mendalam kepada anak dan cucunya kelak.

5. Meminta Sang Anak untuk Joki Akun
Diajak Mabar Main MmorpgMenambah uang jajan dengan joki akun game orang tua

Mungkin di antara kalian ialah seorang gamer veteran yang tetap aktif memainkan game kekinian, termasuk di antaranya MMORPG. Bisa saja mereka dihantui kesibukan yang membikin mereka tak dapat meneruskan grinding di game favorit, dan mau tak mau meminta anak, atau cucu untuk menjadi joki.

Tentu saja sebagai orang uzur atau veteran, meminta sang anak atau cucu untuk menjoki atau memainkan akun mereka dengan iming-iming akan diberikan uang jajan tambahan. Walau mungkin tak seefektif para penjoki handal, namun mayoritas gamer pastinya akan lebih memilih akun mereka dikerjakan oleh orang yang benar-benar terpercaya, bukan?

6. Wajib Adakan Edukasi Soal Pengelolaan Keuangan
Kecanduan Game Sampai Habiskan UangJangan tiba menghabiskan uang

Selain kelima hal di atas, hal lain yang dirasa wajib diajarkan oleh para veteran kepada anaknya ialah edukasi soal pengelolaan keuangan, dikarenakan bukan rahasia umum lagi di era ini para pengembang gencar adu konten untuk “didukung” oleh para gamers, yang utamanya dilakukan melalui top-up.

Tentunya hal ini berbeda dari game era dulu yang memang dirancang tanpa fitur top-up, dan murni mengejar gameplay. Jadi, tak salah bila gamer veteran memberikan edukasi soal pengelolaan keuangan yang pas agar tak terjadi hal yang tak diinginkan. Termasuk salah satunya kasus bocil yang kecanduan game dan habiskan ratusan juta baru-baru ini.

7. Kewajiban untuk Menanamkan PMA
Victory Di Mobile LegendPake Angela dapat menang nih, bos

Hal yang bakal diajarkan oleh para gamer veteran kepada anak dan cucunya kelak ialah kewajiban untuk menanamkan mindset positif. Termasuk di antaranya pantang menyerah, dan tetap menjaga ketenangan, dan kejernihan pikiran, terutama di saat dihadapkan pada kondisi yang sama sekali tak terduga di dalam game.

Percaya atau tidak, ini merupakan nilai atau ilmu yang sama sekali tak ternilai, mengingat saat ini terlalu banyak sekali gamer toxic yang lebih suka merusak kesenangan orang lain saat memainkan game, terutama game kompetitif. Bukankah dengan mempunyai positive mental attitude (PMA) malah akan memuluskan seluruh aktivitas game kita?

Nah, itulah dia hal yang sekiranya bakal diajarkan oleh para gamer veteran kepada anak dan cucunya kelak di kemudian hari. Walaupun ini bukanlah sebuah kewajiban, namun peran orang uzur dalam mendidik anaknya pun dapat dilakukan melalui langkah ini, terlebih bila kebetulan anakmu memang hobinya main game juga.

Jadi, tak ada salahnya untuk saling berbagi pengetahuan, agar anak kalian akan menjadi gamer, dan tentunya perseorangan yang lebih bagus dibanding mayoritas.

Baca juga informasi menarik lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com